Page Nav

HIDE

Pages

Kekuatan, Kesederhanaan, Keutusan (5 Februari 2026)

Saudara-saudaraku terkasih, para skolastik, dan rekan-rekan pelayan di kebun anggur Tuhan di Provinsi Ave Maria ini, Berada di sini bersama ...

Saudara-saudaraku terkasih, para skolastik, dan rekan-rekan pelayan di kebun anggur Tuhan di Provinsi Ave Maria ini,

Berada di sini bersama Anda semua di Yogyakarta—kota yang dikenal dengan kedalaman budaya dan pencarian intelektualnya—mengingatkan saya bahwa panggilan kita sebagai Claretian tidak pernah merupakan sebuah perjalanan solo. Injil hari ini (Markus 6:7-13) mengatakan bahwa Yesus mengutus mereka berdua-dua. Dalam masa formasi, kita sering kali fokus pada "filsafat" atau "teologi" pribadi kita, namun misi itu selalu bersifat komunal (bersama).

Tiga kata kunci kita hari ini—Kekuatan, Kesederhanaan, dan Keutusan—menjadi jembatan antara kebijaksanaan Daud dan kemartiran Santa Agata.

Kekuatan (Strength). Daud berkata kepada Salomo: "Kuatkanlah hatimu dan tunjukkanlah bahwa engkau seorang laki-laki." Bagi Anda, para Claretian muda di Indonesia, kekuatan ini bukanlah tentang kekuatan fisik atau dominasi intelektual. Ini adalah Kekuatan Keyakinan. Seperti Santa Agata yang berkata, "Tuhan, milikilah seluruh keberadaanku," kekuatan Anda terpancar karena Anda sepenuhnya milik Hati Maria. Di tengah studi kalian, jangan hanya berusaha untuk tahu tentang Allah; berusahalah untuk dimiliki oleh-Nya.

Kesederhanaan (Simplicity). Perintah Yesus untuk tidak membawa apa-apa "kecuali tongkat" adalah panggilan radikal menuju Kesederhanaan. Dalam konteks Indonesia, di mana keramah-tamahan adalah cara hidup, Yesus meminta kita untuk menjadi cukup rendah hati agar kita berani merasa membutuhkan bantuan sesama. Bagi kalian, para mahasiswa teologi dan filsafat: "tongkat" itu adalah imanmu. Kalian tidak butuh "kantong" ego atau "uang" gengsi. Ketika kita melangkah dengan ringan—tanpa beban berat dari kepastian diri kita sendiri—kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja melalui kita.

Keutusan (Sending). Akhirnya, kita Diutus. Anda berada di provinsi ini bukan hanya untuk menjadi "mahasiswa"; Anda adalah "Misionaris yang sedang dalam perjalanan." Yesus mengutus Anda ke "rumah-rumah" penduduk—ke dalam realitas Indonesia yang beragam dan berbhinneka. Seperti para murid pertama yang mengurapi orang sakit dengan minyak, Anda diutus untuk membawa sentuhan penyembuhan Injil ke dunia yang sering kali terluka dan sedang mencari arah.

Sembari Anda melanjutkan perjalanan formasi di Provinsi Ave Maria ini, ingatlah bahwa jawaban "Ya" Anda hari ini serupa dengan "Ya" Santa Agata. Itu adalah jawaban "Tidak" pada gangguan duniawi agar jawaban "Ya" Anda pada misi bisa menjadi utuh. Jadilah kuat dalam panggilanmu, sederhana dalam gaya hidupmu, dan berani dalam perutusanmu.

Santo Antonius Maria Claret, doakanlah kami.
Santa Agata, doakanlah kami.

No comments